Pembelajaran Kognitif

Latar Belakang Pembelajaran Kognitive

Kognitivisme menggantikan behaviorisme pada tahun 1960 sebagai paradigma dominan. Kognitivisme memfokuskan pada aktivitas mental dalam diri ("black box") pada pikiran manusia. Para peneliti percaya proses mental seperti berfikir, memori (mengingat), pengetahuan (memahami), dan pemecahan-masalah membutuhkan untuk digali/diexplor. Tahun terakhir ini, banyak yang telah mempelajari tentang kognisi (bagaimana menyimpan hal yang telah dipelajari) dan belajar (bagaimana proses menyimpan sesuatu yang telah dipelajari tersebut).

Asumsi Umum
Ada 2 channel yang bekerja, yaitu channel auditory (yang didengar) dan channel visual (yang dilihat). Masing-masing channel memiliki kapasitas yang terbatas untuk memproses informasi ("Cognitive Load"). Menurut Mayer, manusia bisa belajar maksimal bila channel auditory digabungkan dengan channel visual. belajar merupakan proses aktif menyaring, memilih, mengorganisasikan, dan mengintegrasikan informasi berdasarkan "upon prior knowledge" (yang telah dibangun setelahnya).

Komponen Kognitif
1. Sensory Memory : memori yang diingat dalam waktu singkat. biasanya bisa dirasakan dengan kotak fisik
                                 langsung.
2. Working Memory : memori yang mampu mengingat dalam waktu lama. memori ini menyangkut cara kerja
                                  otak yang memicu seseorang untuk berpikir logis


Ciri-ciri orang yang memiliki gaya belajar Auditory
  • lebih cepat menyerap dengan mendengarkan
  • senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  • dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara
  • bagus dalam berbicara dan bercerita
  • berbicara dengan irama yang terpola
  • belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada dilihat
  • suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar
  • suka musik dan bernyanyi
  • tidak bisa diam dalam waktu lama
  • suka mengerjakan tugas kelompok


Ciri-ciri orang yang memiliki gaya belajar Visual
  • mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
  • suka mencoret-coret sesuatu, yang terkadang tanpa artinya saat di kelas
  • pembaca cepat dan tekun
  • lebih suka membaca daripada dibacakan
  • rapi dan teratur
  • mementingkan penampilan, dalam hal pakaian atau apapun penampilan keseluruhan
  • teliti terhadap detail
  • pengeja yang baik
  • lebih memahami gambardan bagan daripada instruksi tertulis

Ciri-ciri orang yang memiliki gaya belajar Kinestetik
  • selalu berorientasi fisik dan banyak bergerak
  • berbicara perlahan
  • menanggapi perhatian fisik
  • suka menggunakan berbagai peralatan dan media
  • menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
  • berdiri dekat ketika berbicaradengan orang
  • mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar
  • belajar melalui praktek
  • menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  • menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
  • banyak menggunakan isyarat tubuh 
  • tidak dapat duduk diam untuk waktu lama
  • menyukai buku-buku yang berorientasi pada cerita 
  • ingin melakukan segala sesuatu
  • menyukai permainan dan olahraga

Komentar

  1. Menurut priska seberapa lama kemampuan kognitif orang dewasa mengingat dengan gaya belajar visual?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya seberapa lama orang dewasa mengingat dgn gaya belajar visual tergantung dr individunya. Jika ia memang memiliki dasar gaya belajar visual, maka ia akan lebih lama mengingat dibandingkan yang yang memiliki gaya belajar yang lain

      Hapus
    2. Izin menjawab...kalau mnurut saya semakin muda usia seseorg semakin cepat daya tangkapnya dn smakin lama pula dya ingatnya. Dn tdk berlaku sebaliknya. Krna itu bsa juha tergantung dr bbrpa faktor..fktor makanan (gizi),lingkunhan, usia, dll. Trims...😊🙏🙏

      Hapus
    3. Saya setuju sekali dgn pendapat necyl. Terimakasih 😊

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. saya disini memiliki gaya belajar kinestetik, dimana saya lebih suka belajar dengan mengerjakan langsung, jadi perlukah bagi saya untuk mengembangkan visual dan audio saya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menanggapi, kalau menurut saya sangat perlu, walaupun kita lebih di satu gaya belajar, kita harus juga memaksimalkan gaya belajar yang lainnya. Agar pembelajaran kita lebih baik dan seimbang

      Hapus
    2. Saya juga sependapat dgn geminia. Karena media yg akan digunakan oleh pengajar belum tentu khusus untuk kita. Pasti pengajar juga mempertimbangkan peserta didik yg lain sehingga kita juga harus melatih kemampuan kita yang lain untuk mengoptimalkan pembelajaran yg di dapat

      Hapus
    3. Izin menanggapi prtnyaan fauzi, disini kita kan sdh tau kalau kita dominan kinestetik, tpi tntunya kita jg memiliki kmmpuan audio dan visual. Nah kita sngt perlu mngmbgkan kemampuan audio dan visual kita, shngga dalam proses pembelajaran kita bisa lebih optimal, dan kekurangan kita tdi bisa teratasi.

      Hapus
  4. Menurut kakak, gimana sih media yang dapat bermanfaat bagi siswa untuk di ingat dalam waktu yang lama?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Izin menanggapi. kalau menurut saya, siswa akan mengingat pelajaran lebih lama bila pembelajaran tersebut diterapkan sesuai gaya belajar siswa dan dipraktekkan langsung oleh siswa. Dan menurut Mayer, manusia bisa belajar maksimal bila channel auditory digabungkan dengan channel visual.
      Nah, agar manfaat media dalam pembelajaran lebih diingat lama oleh siswa yaitu media yang menggabungkan audio-visual.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. menurut saya media yang bermanfaat bagi siswa ialah media yang dpat membantu mereka dalam proses pembelajaran dan media tersebut memiliki tingkat daya tarik yang baik dan mudah untuk dipahami atau dimengerti oleh siswa. Terimakasih.

      Hapus
    4. saya akan menambahkan dimana media yang bisa diingat dalam jangka waktu yang cukup lama yaitu dengan mengaplikasikan media tersebut dengan kehidupan sehari hari otomatis dengan begitu siswa akan terus mengingat pelajaran yang kita ajarakan dengan media tersebut

      Hapus
    5. Media pembelajaran yang unik dan baru. Sehingga siswa tidak bosan dgn pembelajaran

      Hapus
    6. izin menanggapi, menurut saya media yang baik untuk diingat dalam waktu yang lama yaitu media yang "mengena" ke hati dan ingatan mereka. tentunya media itu menyampaikan materi secara tepat dan lugas, selain itu faktor keunikannya juga menjadi hal yang penting. Misal kita menyampaikan materi yang menggunakan banyak rumus, jika kita gunakan ICT dengan keunikan khas tentu siswa akan mudah mencerna dan mengingat dalam jangka lama, selain itu gunakan singkata2 yang dapat mempermudah rumus itu untuk diingat oleh siswa, dengan kata2 yang unik.

      Hapus
    7. terimakasih atas semua jawabannya, saya juga sangat setuju dnegan teman2 sekalian. dimana media yang dapat bermanfaat bagi siswa untuk di ingat dalam waktu yang lama adalah media yang digunakan bisa menggabungkan channel auditory dengan channel visual, memiliki tingkat daya tarik yang baik dan mudah untuk dipahami atau dimengerti oleh siswa, mengaplikasikan media tersebut dengan kehidupan sehari hari, unik dan baru, serta "mengena" ke hati dan ingatan mereka

      Hapus
    8. ikut menanggapi, media yang akan di ingat adalah media yang menarik dan media yang mengiktsertakan siswa dalam artian siswa ikut berinteraksi dalam media tersebut

      Hapus
  5. Priska, menurut teori diatas working memory mmpu mengingat lbih lama dri pada sensory memory. Setau saya dalam mengingat sesuatu, mrupakan fungsi dri otak. Lalu dmn letak perbedaan sensory memory dan working memory?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sensory memory dan working memory itu ada di dalam otak kita, kedua memory itu merupakan jenis dari fungsi otak manusia

      Hapus
  6. izin bertanya. kk tita, bagaimana sish seorang guru dapat menyeimbangkan gaya mengajarnya dengan gaya belajar siswa-siswanya didalam kelas yang tentunya tidak memlikiki gaya belajar yang seragam? apa perlu kita mengelompokkan siswa dengan gaya belajar tertentu misalnya gaya belajar visual menjadi satu kelas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ide yg brilian :). Seharusnya tes penerimaan siswa baru yg dilakukan sekolah berguna untuk mengetahui gaya belajar siswa, sehingga siswa bs dikelompokkan sesuai gaya belajar. Memudahkan guru membuat media pembelajaran

      Hapus
    2. terimakasih tanggapannya Hardi, saya juga setuju dgn Hardi. tpi apabila tidak dilakukan tes di awal penerimaan, bisa disiasati ketikadi kelas, guru sebaiknya melakukan pengamatan tentang gaya belajar masing2 siswanya, sehingga saat pembagian kelompok belajar, siswa bisa dibagi atas gaya belajarnya, jadi pelajaran akan lebih mudah di terima.

      Hapus
    3. Izin menanggapi prtanyaan aulia, sebenarnya sangat sulit dilakukan apabila kita mengelompokkan kesamaan gaya belajar yg dimiliki siswa karna akan dampak berpengaruh negatif karena siswa akan menghabiskan waktu dlam pembelajaran dan jam mengajar pun tdak efektif

      Hapus
  7. izin bertanya, bagaimana menurut kak tita, sebagai seorang guru memilah-milah siswa dengan gaya belajar yang berbeda dan perlakuan belajar atau strategi pembelajaran yang berbeda. apa yang dilakukan agar pembelajaran tetap efektif dan menyenangkan???>?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya, sebagai seorang guru harus memiliki kemampuan penguasaan kelas yang baik, sehingga akan tercipta keseimbangan dan keselarasan saat proses pembelajaran berlangsung

      Hapus
  8. gaya koknitif siswa merujuk pada cara seseorang yang cenderung stabil dalam proses menyimpan maupun menggunakan informasi untuk suatu tugas, menurut pemahaman saudara bagaimana kejadian nyata dilapangan apakah siswa bisa menerapkan hal tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya, iya. karena apabila kemampuan kognitif siswa sudah baik, maka kemampuan untuk menghadapi tugas-tugas pun juga semakin terbantu. dan itu sudah banyak di temukan dilapangan

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Assalamualaikum,
    Ta, Mungkin tidak seseorang mempunyai dua gaya belajar? jelaskan alasannya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam kak suci.
      kalau menurut saya itu sangat mungkin kak, tapi bisa saja tidak sama besar, salah satunya pasti ada yang lebih menonjol.

      Hapus
    2. izin menjawab,
      menurut saya bukan hanya dua gaya beljar tetapi mungkin ada yang memiliki tiga gaya belajar tetapi sesuai dengan kata kak Tita ada salahsatu yang lebih menonjol

      Hapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. Media pembelajaran matematika berbasis ict itu seperti apa implementasi nya apakah diambil dri sebuah segi ukuran proses pembelajaran nya atau hasil belajar?

    BalasHapus
  13. Menurut prisca,
    Gaya belajar siswa bisa berubah tidak?
    Seandainya bisa,
    Apakah media nya juga harus berubah ketika gaya belajar berubah? Terima kasih

    BalasHapus

Posting Komentar